Cerita ini tak tau harus dimulai dari mana, karena semua yang akan diceritakan sudah lumayan lama kejadiaannya.
Awal kisah ada seorang remaja perempuan yang baru saja menyelesaikan pendidikan Sekolah menegah atasnya di salah satu Madrasah Aliyah Bengkulu, setelah lulus ia masih bimbang akan melanjutkan pendidikannya atau tidak, karena ia terlahir bukan sebagai orang yang kaya, pendapatan orang tuanya hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ditambah biaya kakak laki-lakinya yang sedang kuliah. saat sebelum kelulusan diumumkan ia sudah mendaftarkan diri untuk kuliah di salah satu Perguruan Tinggi terkenal yang ada di Bengkulu. sembari pula mengurus pengajuan beasiswa yang mungkin sangat membantu baginya. setelah diketahui bahwa dia diterima disana namun, pengumuman kelulusan itu tak berbarengan dengan pengumuman beasiswa. hal inilah yang membuat ia semakin ragu untuk melanjutkan kuliahnya disana. karena ia khawatir jika nanti ia tak mendapatkan beasiswa itu maka tak akan sanggup orang tuanya membayar semua biaya pendidikan itu. Akhirnya ia memutuskan untuk mendaftarkan diri di PT islam yang ada di Bengkulu dan alhamdulillah ia diterima di sana. di Fakultas Syari'ah dan Hukum prodi Hukum Keluarga Islam dengan harapan besar ia akan menemukan jalan kesuksesannya disana. karena perkuliahan belum dimulai maka ia berniat untu bekerja, dan kebetulan ada seseorang yang menawarkan pekerjaan yakni bekerja di salah satu Rumah Makan sekaligus Toko Manisan yang ada di Rs.
awalnya dia merasa sedikit kesulitan dalam bekerja namun seiring berjalannya waktu ia pun terbiasa dengan pekerjaannya. Disana pemilik warung sangat baik padanya, tak mengekang ataupun terlalu mendesak-desak ia bekerja. tak ia sadari bahwa sudah cukup lama ia bekerja disana hampir sekitar 2 bulan lebih. mereka pun sudah menggap ia seperti keluarganya. sampai saat pertama ia bertemu dan diperkenalkan dengan anak-anaknya. dan kamu tau siapa pemilik tokonya? yah, pemilik toko sekaligus RM it ternyata adalah salah satu anak yang ia pikir itu adalah pemiliknya. ternyata dugaannya salah,ia pun sempat mengatakan dalam benaknya "ternyata pemilik RM sekaligus Toko ini adalah dia"gumamnya dalam hati. setelah cukup lama ia bekerja ia menyadari bahwa tak akan lama lagi perkuliahan akan dimulai dan ia akan merasakan bagaimana kuliah apakah sama dengan masa-masanya waktu Aliyah. Sejak saat kuliah ia pun memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus pada kuliahnya, sesekali pun ia mengunjungi tempat ia bekerja dengan tujuan menjaga silatuhrahmi.
Sabtu, 27 Januari 2018
Part 1
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar